Meningkatkan Engagement dengan Konten Sosial Kreatif di Kota Medan
Di Kota Medan, ada satu hal yang terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir: timeline makin ramai, tapi perhatian orang makin cepat hilang. Scroll ke bawah satu detik—langsung muncul ratusan konten baru. Kalau brand nggak bisa nyuri perhatian di tiga detik pertama, ya wassalam.
Tapi kabar baiknya, orang Medan itu suka konten yang dekat dengan kehidupan mereka. Yang terasa “rumah”, yang ada unsur humor khas Medan, atau yang bahas hal-hal kecil yang sering kita temui sehari-hari. Di sinilah kuncinya: engagement tinggi lahir dari konten yang jujur dan kreatif, bukan dari visual mahal saja.
1. Konten yang Sehari-Hari Tapi Berbeda
Pengguna sosial media di Medan cepat bosan kalau kontennya terlalu formal. Tapi, yang simpel dan dekat justru sering meledak.
Misalnya:
– video behind the scenes pas bikin produk,
– potongan suara khas Medan,
– cuplikan kejadian lucu di toko,
– atau cerita kecil yang membuat brand terasa manusiawi.
Orang lebih suka cerita daripada iklan. Selama kontenmu punya rasa manusia, engagement biasanya naik dengan sendirinya.
2. Mainkan Unsur Lokal
Ciri khas Kota Medan itu kuat banget: bahasa, budaya, gaya candaan, gaya ngobrol, semuanya punya karakter.
Ketika brand berani masuk ke dunia itu (tapi tetap sopan dan nggak maksa), hasilnya sering luar biasa.
Coba saja pakai sentuhan lokal:
– dialog sederhana pakai logat Medan,
– referensi tempat populer seperti Ringroad, Ismud, Pajak Petisah, atau Mie Aceh favorit,
– atau sekadar komentar santai yang terasa “Medan banget”.
Konten yang dekat dengan penontonnya selalu menang.
3. Visual yang Tidak Kaku
Ini penting banget: orang sekarang bukan hanya lihat konten, tapi ingin merasakan mood-nya.
Konten di Medan yang sering dapat respon bagus biasanya tidak terlalu formal. Videonya bisa sedikit goyang, pencahayaannya nggak harus perfect, atau sound yang muncul apa adanya. Selama ceritanya dapat—engagement muncul.
Yang penting adalah vibe-nya: hangat, jujur, dan terasa nyata.
4. Interaksi yang Tulus
Engagement bukan cuma soal jumlah like. Komentar yang nyambung, balasan yang tulus, bahkan sekadar emoji lucu—semuanya membuat brand terasa hidup.
Semakin manusia cara brand berkomunikasi, semakin besar kemungkinan orang mau ikut berinteraksi.
Kadang hal kecil seperti “Terima kasih ya, bang” atau “Ini request siapa kemarin? Udah siap nih!” bisa bikin followers merasa dekat.
5. Konsisten, Tapi Jangan Membosankan
Konsisten itu penting, tapi jangan sampai postingannya terasa seperti mesin. Variasikan konten:
– hari ini edukasi,
– besok humor,
– lusa testimoni,
– minggu depannya cerita dari pelanggan.
Audiens di Medan suka kejutan kecil. Yang penting tetap dalam satu napas branding.
Di Mana Peran Miloqu?
Nah, kalau kamu pelaku usaha di Medan dan merasa:
-
bingung merancang konten,
-
nggak tahu cara bikin konten yang relate,
-
atau sudah posting terus tapi engagement masih kecil,
Miloqu bisa bantu dari A sampai Z.
Cara kerja Miloqu itu bukan sekadar “buat konten lalu selesai”, tapi menggali dulu karakter bisnismu, keunikan brand, target audiens, sampai tone komunikasi yang paling cocok. Setelah itu barulah kami bentuk strategi konten yang kreatif dan ngena untuk masyarakat Medan.
Hasilnya bukan cuma postingan cantik, tapi konten yang benar-benar mengundang respon.
Kalau kamu ingin brand-mu lebih dilihat, lebih didengar, dan lebih dekat dengan pelanggan di Kota Medan, Miloqu siap jadi partner yang bantu arahkan semuanya—tanpa ribet, tanpa teori berlebihan, dan tetap pakai pendekatan manusiawi.