Membangun Branding yang Nyambung Lewat Metode DISC
Branding bukan cuma soal logo atau warna menarik. Di Miloqu, kami percaya branding adalah perjalanan yang mendalam—tentang bagaimana sebuah brand bicara, bersikap, dan membangun hubungan dengan audiensnya. Dan untuk membuat hubungan itu benar-benar terasa "nyambung", kami perlu memahami siapa sebenarnya target audiens kita. Salah satu cara efektif untuk melakukan itu adalah lewat pendekatan DISC.
Apa Itu Metode DISC?
DISC adalah model perilaku manusia yang mengelompokkan gaya kepribadian ke dalam empat tipe utama:
-
Dominant (Merah): Tegas, cepat ambil keputusan, suka tantangan, dan fokus pada hasil.
-
Influential (Kuning): Ramah, optimis, suka bersosialisasi, dan mudah memengaruhi orang lain.
-
Steady (Hijau): Tenang, sabar, suka stabilitas, dan sangat suportif terhadap orang lain.
-
Conscientious (Biru): Teliti, logis, hati-hati, dan suka akurasi.
Dengan memahami kepribadian ini, kita bisa membangun brand yang benar-benar bisa “klik” dengan target pasar.
Branding yang Menyatu dengan Kepribadian Audiens
Di Miloqu, kami menerapkan DISC untuk memahami audiens klien kami sebelum membangun identitas brand mereka. Misalnya:
-
Jika target audiensnya didominasi tipe Merah, kami akan buat branding yang tegas, efisien, dan menunjukkan hasil nyata.
-
Jika audiensnya tipe Biru, kami utamakan keakuratan, kualitas, dan pesan yang disampaikan dengan data.
-
Untuk audiens tipe Kuning, tone komunikasi yang ceria, penuh semangat, dan storytelling menjadi kunci.
-
Dan untuk tipe Hijau, pendekatan yang lembut, konsisten, dan bisa dipercaya akan lebih efektif.
Dengan menyesuaikan gaya komunikasi brand ke kepribadian audiensnya, kita tidak hanya menarik perhatian mereka—kita membangun koneksi emosional yang tahan lama.
Resonansi: Inti dari Branding yang Kuat
Brand yang baik bukan yang paling keras suaranya, tapi yang paling “kena” di hati audiensnya. Metode DISC membantu kita menciptakan resonansi itu—membuat audiens merasa bahwa brand ini memahami mereka.
Misalnya, saat Miloqu membantu membangun brand untuk produk keluarga, kami menemukan mayoritas audiensnya adalah tipe Hijau—suka stabilitas dan kenyamanan. Maka, kami bangun narasi brand yang hangat, tenang, dan membangun rasa aman. Hasilnya? Mereka merasa brand ini dibuat untuk mereka, bukan hanya untuk menjual.
Lebih dari Sekadar Strategi
DISC bukan satu-satunya metode di dunia branding, tapi ia menjadi salah satu yang sangat manusiawi. Ini bukan soal manipulasi—ini soal empati. Branding bukan lagi sekadar “menjual sesuatu”, tapi tentang bagaimana kita bisa jadi “rekan bicara” yang dipercaya oleh audiens.
Branding yang Relevan Dimulai dari Pemahaman
Di Miloqu, kami percaya bahwa branding yang kuat lahir dari pemahaman yang dalam terhadap siapa audiensmu. Dengan DISC, kami bantu brand tumbuh tidak hanya sebagai identitas visual, tapi sebagai pribadi yang bisa dirasakan, dipercaya, dan diingat.
Karena pada akhirnya, orang tidak jatuh cinta pada produk. Mereka jatuh cinta pada pengalaman, pada nilai, pada cerita yang dirasa cocok dengan diri mereka. Itulah branding yang hidup. Itulah branding versi Miloqu.